📅 28 Apr 2023 · 📍 Kota Langsa

SENI SYAIR ACEH JADI BENTENG PERLINDUNGAN BURUNG MIGRASI DI LANGSA

SENI SYAIR ACEH JADI BENTENG PERLINDUNGAN BURUNG MIGRASI DI LANGSA

LANGSA – Upaya penyelamatan ekosistem dan satwa liar kini bertransformasi menjadi gerakan yang lebih dekat dengan kearifan lokal. Forum Komunikasi Sub DAS Langsa ( FKSDL ) berkolaborasi dengan LSM Bale Juroeng dan LSM Geprak menggelar kegiatan "Sosialisasi Penyelamatan dan Perlindungan Burung Migrasi Melalui Seni Budaya Aceh 'Syair'". Kegiatan ini mengusung pendekatan unik yang memadukan kepedulian lingkungan dengan tradisi lisan khas Serambi Mekkah.


​Keberadaan burung migrasi yang melintasi serta singgah di wilayah ekosistem pesisir dan lahan basah Langsa kian terancam oleh aktivitas perburuan serta degradasi habitat. Menanggapi persoalan tersebut, ketiga lembaga penyeimbang ekologi ini sepakat bahwa metode edukasi konvensional perlu diperkaya dengan sentuhan budaya. Seni tutur syair dipilih karena efektivitasnya dalam menyentuh sanubari masyarakat Aceh sekaligus menyampaikan pesan moral perlindungan alam secara mendalam.


​Dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut, pesan-pesan konservasi dibalut rapi melalui bait-bait syair Aceh yang dilantunkan secara tematis. Setiap lirik tidak hanya menceritakan peran vital burung migrasi dalam menjaga keseimbangan rantai makanan dan ekosistem di kawasan mangrove tetapi juga menyuarakan ajakan moral agar masyarakat berhenti memburu serta merusak ruang hidup satwa liar tersebut.


​Para penggiat lingkungan dari LSM Bale Juroeng dan LSM Geprak menegaskan bahwa pelibatan elemen budaya lokal seperti syair terbukti mampu membangun rasa kepemilikan masyarakat terhadap alam sekitarnya. Melalui narasi tradisional ini, nilai-nilai hukum adat Aceh tentang perlindungan lingkungan dapat dihidupkan kembali sehingga perlindungan burung migrasi tidak lagi dipandang sekadar sebagai aturan formal, melainkan bagian dari identitas dan kesadaran budaya.


​Melalui sinergi antara Forum Komunikasi Sub DAS Langsa, LSM Bale Juroeng, dan LSM Geprak ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kelestarian burung migrasi dapat terus meningkat. Langkah inovatif yang memadukan budaya dan konservasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan gerakan pelestarian alam berkelanjutan di berbagai daerah lainnya di Aceh.


#bengkellingkungan #sosialisasi #burungmigran #perlindunganburungmigran #mangrove #syair