📅 25 Jan 2022 · 📍 Kota Langsa

Pemantauan Burung Migrasi: Sinergi Menjaga Ekosistem Mangrove Pesisir Timur Aceh

Pemantauan Burung Migrasi: Sinergi Menjaga Ekosistem Mangrove Pesisir Timur Aceh

Forum Komunikasi Sub-DAS Langsa (FKSDL) bersama LSM Bale Juroeng dan LSM Gerakan Pemuda Rencong Anti Korupsii (Geprak) menggelar kegiatan pemantauan burung migrasi di sepanjang pesisir pantai timur Aceh. Aksi kolaboratif ini bertujuan untuk mendata serta mengawasi keberadaan spesies burung migran yang menjadikan kawasan pesisir dan hutan mangrove Aceh sebagai tempat persinggahan maupun mencari makan dalam jalur migrasi East Asian-Australasian Flyway (EAAF). Melalui pengamatan berkala, konsorsium lembaga ini berupaya mengumpulkan data ilmiah mengenai keanekaragaman hayati dan populasi satwa yang sangat bergantung pada kelestarian ekosistem pesisir tersebut.

​Kehadiran burung migrasi berfungsi sebagai bioindikator vital yang mencerminkan kesehatan ekosistem mangrove di kawasan pesisir timur Aceh. Keberadaan spesies-spesies ini menandakan bahwa rantai makanan dan habitat pesisir masih menyediakan pakan serta perlindungan yang memadai. Oleh karena itu, data hasil pemantauan ini tidak hanya memperkaya basis data konservasi, tetapi juga menjadi dasar advokasi untuk mencegah alih fungsi lahan, pembalakan liar, serta pencemaran lingkungan yang berpotensi merusak benteng alam pesisir dari ancaman abrasi dan perubahan iklim.

​Melalui kegiatan ini, FKSDL, LSM Bale Juroeng, dan LSM Geprak juga mendorong keterlibatan masyarakat lokal dan pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian hutan mangrove secara berkelanjutan. Kolaborasi ini menegaskan pentingnya tata kelola lingkungan yang transparan, akuntabel, dan berbasis kepedulian komunitas guna memastikan fungsi ekologis mangrove tetap terjaga. Harapannya, kesadaran kolektif yang terbangun dapat menjadikan pesisir timur Aceh sebagai ruang aman bagi satwa migran sekaligus sumber kehidupan yang lestari bagi masyarakat sekitarnya.